“Kalau tidak ada perang, mestinya sudah terwujud dua negara, opsi yang kita dukung,” jelasnya.
Namun, Muhadjir juga memberikan peringatan keras terkait derasnya arus informasi di media sosial mengenai isu-isu global yang sering kali tidak akurat. Ia meminta warga Muhammadiyah untuk lebih selektif dan mengedepankan literasi digital.
“Dalam soal perang ini, kita jangan percaya begitu saja. Berita di media sosial itu 70 persen isinya hoaks,” tegas Muhadjir.
Ia mengajak seluruh warga persyarikatan untuk memperluas cakrawala berpikir, di mana silaturahim tidak hanya dimaknai sebagai hubungan personal, tetapi juga penguatan kesadaran kolektif terhadap keadilan dunia.
“Silaturahim bukan hanya mempererat hubungan personal, tetapi juga memperkuat kesadaran kolektif kita terhadap keadilan global,” tutupnya.
(Mira)
















