Hadiri Silaturahim di Pontianak, Muhadjir Effendy Ajak Kader Muhammadiyah Kalbar Perkuat Kepedulian Global

"Muhammadiyah Kalbar gelar Silaturahim Idul Fitri 1447 H. Muhadjir Effendy tekankan sinergi Lazismu, dukungan untuk Palestina, dan waspada hoaks media sosial."
Muhammadiyah Kalbar gelar Silaturahim Idul Fitri 1447 H. Muhadjir Effendy tekankan sinergi Lazismu, dukungan untuk Palestina, dan waspada hoaks media sosial. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, PONTIANAK — Ratusan kader Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), organisasi otonom (Ortom), serta mitra strategis memadati Auditorium Universitas Muhammadiyah Pontianak dalam agenda Silaturahim Idul Fitri 1447 H, Minggu (5/4/2026).

Momentum ini menjadi ruang penguatan ukhuwah sekaligus penegasan komitmen Muhammadiyah Kalimantan Barat terhadap isu kemanusiaan global.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Barat, Pabali Musa, menyampaikan apresiasi atas sinergi seluruh elemen yang telah menjaga eksistensi gerakan dakwah di wilayah ini.

Ia menekankan bahwa keberhasilan program organisasi merupakan buah dari dukungan kolektif.

Baca Juga: Pemkot dan Universitas Muhammadiyah Pontianak Sepakati Kerja Sama Tunjang Visi Kota Hijau dan Program Indonesia ASRI

“Kegiatan ini berkat doa dan dukungan kita semua serta kiprah kita dalam menjaga nama baik di mata umat sehingga kita sampai saat ini. Terima kasih untuk semuanya,” ujar Pabali Musa dalam sambutannya.

Sekretaris Daerah Kalimantan Barat, Harisson, yang turut hadir dalam acara tersebut mengakui peran vital Muhammadiyah sebagai mitra strategis pemerintah daerah.

Menurutnya, kontribusi Muhammadiyah sangat dirasakan dalam aspek pelayanan sosial dan penguatan kualitas umat di Kalimantan Barat.

“Keberadaan Muhammadiyah di Kalimantan Barat menjadi bukti nyata dalam memperkuat umat,” kata Harisson.

Hadir memberikan tausyiah, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Muhadjir Effendy, mendorong adanya sinkronisasi yang lebih kuat antara Lazismu, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), dan pemerintah. Hal ini bertujuan agar dampak gerakan persyarikatan semakin luas dan nyata bagi masyarakat.

“Saya mohon di Muhammadiyah bisa mengondisikan dengan Lazismu, PDM, pemerintah serta mitra lainnya, sehingga dampak Muhammadiyah nampak, terutama di Kalimantan Barat yang perkembangannya sangat pesat,” ungkap Muhadjir.

Selain isu internal organisasi, Muhadjir menyoroti dinamika global terkait konflik Palestina. Ia menegaskan dukungan Indonesia terhadap two-state solution atau solusi dua negara sebagai jalan damai yang harus terus diperjuangkan di forum internasional.