Bukan Sekadar Sedih, Ini Alasan Ilmiah Kenapa Rasa Kehilangan Membuat Nafsu Makan Hilang

"Sedang berduka dan sulit makan? Simak penjelasan ilmiah mengenai hormon stres dan respons tubuh yang menyebabkan nafsu makan hilang saat rasa kehilangan melanda."
Sedang berduka dan sulit makan? Simak penjelasan ilmiah mengenai hormon stres dan respons tubuh yang menyebabkan nafsu makan hilang saat rasa kehilangan melanda. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Pernahkah Anda merasa perut sangat lapar, namun tepat setelah mendengar kabar duka atau mengalami patah hati, keinginan untuk makan mendadak sirna? Bahkan, aroma makanan favorit yang biasanya menggugah selera pun terasa hambar dan memicu rasa mual.

Fenomena “kenyang karena sedih” ini bukanlah sekadar sugesti.

Tubuh manusia memiliki mekanisme biologis yang rumit saat menghadapi rasa kehilangan atau duka mendalam (grief).

Berikut adalah alasan ilmiah mengapa rasa kehilangan membuat nafsu makan turut hilang:

Baca Juga: Mengenal Fenomena Lapar Palsu Saat Puasa Ramadan

1. Respons Fight or Flight yang Aktif

Saat kita kehilangan sesuatu atau seseorang yang sangat berharga, otak menganggapnya sebagai ancaman besar atau stres tingkat tinggi. Hal ini memicu sistem saraf simpatik untuk mengaktifkan respons fight or flight (lawan atau lari).

Dalam kondisi ini, tubuh memprioritaskan energi untuk bertahan hidup dan secara otomatis menonaktifkan fungsi-fungsi yang dianggap tidak mendesak, termasuk sistem pencernaan.

2. Pelepasan Hormon Kortisol dan Adrenalin

Ketika berduka, tubuh memproduksi hormon stres seperti adrenalin dan kortisol secara berlebihan.

Adrenalin bekerja mempercepat detak jantung dan memperlambat pergerakan lambung.

Akibatnya, proses pengosongan lambung melambat dan sinyal lapar yang biasanya dikirim ke otak menjadi terhambat. Itulah sebabnya perut terasa “penuh” atau kembung meskipun kita belum makan seharian.

3. Penurunan Hormon Kebahagiaan

Rasa kehilangan secara drastis menurunkan kadar serotonin dan dopamin dalam otak.

Padahal, serotonin memiliki peran penting dalam mengatur nafsu makan.

Ketika kadar hormon ini anjlok, keseimbangan sinyal lapar dan kenyang di hipotalamus menjadi kacau. Seseorang yang sedang berduka sering kali merasa tidak memiliki energi bahkan hanya untuk sekadar mengunyah makanan.