Nasional  

Update Bencana di Indonesia: Korban Banjir Demak Ditemukan, Pasca-Gempa Sulut Kondusif

Pengungsi banjir Demak meninggalkan pos pengungsian untuk kembali ke rumah masing-masing setelah banjir surut pada Minggu (5/4).
Pengungsi banjir Demak meninggalkan pos pengungsian untuk kembali ke rumah masing-masing setelah banjir surut pada Minggu (5/4). (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, NASIONAL – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis rangkuman perkembangan situasi dan penanganan bencana di Indonesia selama periode Sabtu (4/4/2026) hingga Minggu (5/4/2026).

Laporan komprehensif ini mencakup penanganan bencana hidrometeorologi di Jawa Tengah dan Jawa Barat, pengkinian dampak pascagempa di Sulawesi Utara, hingga peningkatan aktivitas vulkanik di sejumlah daerah.

Baca Juga: Sinergi Pusat dan Daerah, BNPB Tinjau 41 Bangunan Terdampak Gempa M 7,6 di Kota Bitung

Laporan pertama mencatat cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang yang melanda Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Jumat (3/4/2026) malam. Bencana ini merusak fasilitas ibadah, tempat usaha, dan enam unit rumah warga di tujuh desa yang tersebar di wilayah tersebut.

Di hari yang sama, banjir juga melanda Kabupaten Wonosobo akibat luapan Sungai Semangung. Banjir yang diperparah oleh buruknya sistem drainase ini berdampak pada 27 Kepala Keluarga (KK) dan sempat memutus akses jalan raya Wonosobo menuju Dieng.

Bergeser ke Jawa Barat, peristiwa tanah longsor dilaporkan menimpa rumah warga dan menutupi badan jalan di Kabupaten Bogor pada Sabtu (4/4/2026) dini hari. Material longsor yang berdampak pada 18 jiwa di sejumlah desa ini telah berhasil dibersihkan oleh tim BPBD setempat sehingga akses jalan kini kembali normal.

Terkait pengkinian situasi banjir di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, tim SAR menemukan seorang anak perempuan berusia delapan tahun asal Desa Trimulyo dalam kondisi meninggal dunia usai dilaporkan hilang terseret arus. Pada Minggu (5/4/2026), kondisi genangan air di lima kecamatan terdampak terpantau mulai surut dengan sisa ketinggian air sekitar 5 hingga 10 sentimeter. Penanganan darurat tanggul jebol di Dusun Soloware dan Dusun Solondoko terus dikebut menggunakan jumbo bag, sesek bambu, dan batang glugu dengan target penyelesaian dalam kurun waktu 10 hingga 14 hari ke depan.

BNPB juga memperbarui situasi pascagempa bermagnitudo 7,6 yang mengguncang Sulawesi Utara dan Maluku Utara pada Kamis (2/4/2026). Mayoritas warga di Kota Bitung dan Kabupaten Minahasa telah kembali ke rumah masing-masing setelah kondisi dinyatakan aman. Meski demikian, sebagian warga di Maluku Utara masih bertahan di tenda pengungsian akibat trauma. Tim BNPB telah turun langsung ke lokasi untuk mendistribusikan logistik dan memastikan seluruh kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi sesuai arahan Presiden.