Tanggul Sungai Tuntang Jebol, 2.839 Warga Demak Terpaksa Mengungsi

Kondisi permukiman warga yang terendam luapan Sungai Tuntang akibat curah hujan tinggi dan jebolnya sejumlah tanggul di Kabupaten Demak, Jawa Tengah.
Kondisi permukiman warga yang terendam luapan Sungai Tuntang akibat curah hujan tinggi dan jebolnya sejumlah tanggul di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. (Dok. Ist)

Baca Juga: BNPB Rilis Laporan Terkini Banjir Jatim dan NTT, Genangan Mayoritas Surut Jelang Arus Balik

Titik pertama berada di Dukuh Solondoko dengan kerusakan sepanjang 30 meter, disusul titik kedua di Dukuh Solowere sepanjang 10 meter.

Tanggul jebol juga dilaporkan terjadi di Desa Sidoharjo dengan panjang kerusakan mencapai 15 meter.

“Kondisi ini menyebabkan genangan air cukup tinggi, khususnya di Desa Trimulyo dan Desa Ploso dengan ketinggian mencapai 100-150 sentimeter, serta mengakibatkan akses jalan di Desa Trimulyo tidak dapat dilalui kendaraan kecil,” jelas Abdul Muhari.

Selain genangan tinggi, limpasan air ( overland flow ) turut terjadi di sejumlah titik seperti Desa Turitempel dan Desa Sumberejo di Kecamatan Guntur, serta Desa Solowire dan Desa Sarimulyo di Kecamatan Kebonagung. Meski begitu, kondisi di wilayah limpasan ini dilaporkan masih relatif aman.

Merespons eskalasi bencana ini, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto langsung memberikan atensi khusus. Kendati sedang berada di Manado untuk menangani dampak gempa bumi magnitudo 7,6, Kepala BNPB pada Jumat (3/4/2026) malam telah memerintahkan jajarannya untuk bergerak cepat.

Personel BNPB diinstruksikan segera turun ke lokasi terdampak untuk berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah, mengidentifikasi kebutuhan darurat, dan mendampingi upaya percepatan penanganan korban banjir di Demak.

(*Red)