Obesitas Meningkat, PERKENI Kalbar Dorong Perubahan Gaya Hidup

Para pengurus Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) Cabang Kalimantan Barat berfoto bersama usai acara pelantikan periode 2026-2027. (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Para pengurus Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) Cabang Kalimantan Barat berfoto bersama usai acara pelantikan periode 2026-2027. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

“Melalui simposium ini, kami ingin menggambarkan bahwa PERKENI terdiri dari berbagai disiplin ilmu kedokteran yang saling terkait. Obesitas yang dahulu hanya dianggap sebagai kondisi fisik, kini telah masuk dalam kategori penyakit,” tuturnya.

Izzudin mengajak masyarakat untuk mengubah cara pandang mereka terhadap berat badan.

Berat badan bukan sekadar ukuran, tetapi sudah menjadi indikator penting dalam kesehatan, bahkan bisa dikatakan sebagai tanda vital tambahan,” sebut Izzudin.

Ia juga menyoroti paradigma keliru yang masih kerap beredar di masyarakat mengenai berat badan berlebih.

“Dalam budaya kita, sering kali anak yang gemuk dianggap sehat, padahal belum tentu demikian,” pesannya.

Sebagai langkah antisipasi, ia mengingatkan pentingnya mawas diri saat menimbang berat badan untuk mengetahui posisi tubuh berada pada kategori normal atau sebaliknya.

“Deteksi dini jauh lebih mudah ditangani dibandingkan ketika sudah terjadi komplikasi,” tutupnya.

Sebagai informasi, PERKENI cabang Kalbar juga terus menyosialisasikan berbagai kelainan endokrin, mulai dari kelainan hipofisis di kepala, pertumbuhan, tiroid, adrenal hingga reproduksi.

Hadirnya PERKENI di Kalbar yang menjadi salah satu dari 21 cabang di seluruh Indonesia diharapkan dapat memperkuat pelayanan kesehatan, mengingat jumlah dokter spesialis penyakit dalam konsultan endokrin secara nasional saat ini masih sangat terbatas, yakni hanya sekitar 171 orang.

(FR)