Ia menegaskan bahwa semangat toleransi antarumat beragama adalah kunci utama dalam menjaga stabilitas dan kondusivitas di Kalimantan Barat.
“Sebagai sesama anak bangsa, kita harus saling membantu, saling mendukung, dan menjaga keharmonisan. Dengan begitu, persatuan dan kesatuan akan tetap terjaga,” katanya.
Ia mengingatkan kembali bahwa keberagaman suku, agama, dan budaya yang ada di Kalimantan Barat merupakan sebuah kekayaan besar yang harus dirawat bersama, bukan justru dijadikan sebagai celah untuk memicu perpecahan masyarakat.
“Keberagaman adalah kekayaan kita, melalui semangat Paskah, mari kita tingkatkan solidaritas, kepedulian, dan semangat kebersamaan demi Kalbar yang semakin maju dan harmonis,” tutupnya.
(*Red)
















