4. Digital Detox secara Terjadwal
Berada di garda terdepan informasi bukan berarti harus terkoneksi 24 jam.
Jurnalis Gen Z kini mulai berani menetapkan batas tegas. Mereka melakukan digital detox atau detoks digital pada akhir pekan atau jam-jam tertentu di malam hari.
Mematikan notifikasi aplikasi berita dan media sosial adalah bentuk tertinggi dari mencintai diri sendiri agar kreativitas tidak mati karena kelelahan digital.
5. Menghargai Proses, Bukan Hanya Hasil
Dalam slow living, kesuksesan seorang jurnalis tidak hanya diukur dari jumlah view atau share.
Mereka merayakan setiap proses: mulai dari kesulitan mencari narasumber, seni merangkai kata, hingga kepuasan saat artikel berhasil dipublikasikan.
Mereka sadar bahwa karier adalah sebuah maraton, bukan lari sprint yang menghabiskan seluruh energi dalam waktu singkat.
Baca Juga: Kecepatan Bukan Segalanya, Ini 5 Dampak Buruk Jurnalis Kurang Riset Saat di Lapangan
(Mira)
















