Faktakalbar.id, JAKARTA – Kementerian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia secara resmi menetapkan penurunan harga referensi biji kakao untuk periode ekspor bulan April 2026.
Penurunan harga patokan komoditas andalan ini dipicu oleh terjadinya surplus pasokan dari negara-negara produsen utama yang tidak diimbangi dengan peningkatan angka permintaan di pasar global.
Baca Juga: Harga TBS Sawit Kalbar Periode IV Maret Naik Tembus Rp3.765 per Kg
Berdasarkan surat keputusan terbaru dari pemerintah, harga referensi biji kakao untuk periode April 2026 ditetapkan sebesar 3.190,63 dolar AS per Metrik Ton (MT).
Angka tersebut menunjukkan kemerosotan yang cukup tajam, yakni turun sebesar 856,82 dolar AS atau sekitar 21,17 persen jika dibandingkan dengan penetapan harga pada periode Maret 2026 lalu.
Kondisi fluktuasi di pasar internasional tersebut secara otomatis berdampak langsung pada terkoreksinya Harga Patokan Ekspor (HPE) komoditas biji kakao.
Untuk bulan April 2026 ini, HPE biji kakao dipatok pada angka 2.886 dolar AS per MT. Nilai tersebut mengalami penurunan sebesar 836 dolar AS atau menyusut sekitar 22,46 persen dari bulan sebelumnya.
















