Sering Tidak Disadari, Ini Alasan Medis Kenapa Saat Stres Rambut Kamu Mudah Rontok

"Mengapa stres bikin rambut rontok parah? Pahami fenomena telogen effluvium dan pengaruh hormon kortisol terhadap kesehatan akar rambut Anda."
Mengapa stres bikin rambut rontok parah? Pahami fenomena telogen effluvium dan pengaruh hormon kortisol terhadap kesehatan akar rambut Anda. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Pernahkah Anda mendapati helai rambut yang tertinggal di sisir atau lantai kamar mandi dalam jumlah yang lebih banyak dari biasanya saat sedang menghadapi tekanan pekerjaan atau masalah personal? Fenomena ini bukan sekadar kebetulan.

Secara biologis dan psikologis, ada keterkaitan erat antara kondisi kesehatan mental dengan kesehatan akar rambut kita.

Stres yang berkepanjangan dapat memicu perubahan hormon yang signifikan dalam tubuh, yang pada akhirnya memengaruhi siklus pertumbuhan rambut.

Berikut adalah alasan medis dan psikologis mengapa stres bisa menyebabkan rambut rontok:

Baca Juga: Sering Terjadi, Ini Alasan Psikologis Kenapa Perempuan Ubah Gaya Rambut Saat Stres atau Sedih

1. Kondisi Telogen Effluvium

Ini adalah penyebab paling umum dari kerontokan rambut akibat stres.

Secara normal, rambut manusia memiliki siklus tumbuh (anagen) dan istirahat (telogen).

Saat tubuh mengalami stres berat, secara mendadak sejumlah besar folikel rambut dipaksa masuk ke fase istirahat atau fase rontok lebih cepat dari jadwal seharusnya.

Akibatnya, beberapa bulan setelah kejadian yang memicu stres, rambut akan rontok secara massal saat disisir atau keramas.

2. Lonjakan Hormon Kortisol

Saat kita merasa tertekan, tubuh melepaskan hormon kortisol yang sering disebut sebagai hormon stres.

Kadar kortisol yang tinggi secara terus-menerus dapat menghambat fungsi folikel rambut dan mengganggu produksi protein penting seperti keratin yang dibutuhkan untuk kekuatan batang rambut.

Hal ini membuat rambut menjadi lebih rapuh, kusam, dan mudah patah dari akarnya.

3. Gangguan Penyerapan Nutrisi

Stres sering kali memengaruhi pola makan dan sistem pencernaan seseorang.

Saat dalam kondisi tertekan, tubuh cenderung memprioritaskan energi untuk organ-organ vital seperti jantung dan otak, sehingga asupan nutrisi untuk bagian tubuh “non-vital” seperti rambut menjadi terabaikan.

Kurangnya asupan vitamin dan mineral esensial selama periode stres inilah yang memperburuk kondisi kerontokan.