Landak  

Izin Resmi Kemenkes Tak Cukup, Kerja Sama Layanan Cuci Darah RSUD Landak Digantung BPJS

Layanan cuci darah RSUD Landak telah kantongi izin operasional Kemenkes RI, namun pelayanannya terhambat lantaran BPJS Kesehatan belum setujui kerja sama.
Layanan cuci darah RSUD Landak telah kantongi izin operasional Kemenkes RI, namun pelayanannya terhambat lantaran BPJS Kesehatan belum setujui kerja sama. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LANDAKPemerintah Kabupaten (Pemkab) Landak memastikan layanan cuci darah RSUD Landak telah resmi mengantongi izin operasional dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI per Senin (30/3/2026).

Meski fasilitas hemodialisa tersebut sudah berstandar nasional dan dinyatakan siap beroperasi, pelayanannya masih terhambat lantaran pihak BPJS Kesehatan belum menyetujui kerja sama penjaminan bagi pasien.

Baca Juga: Gratis untuk Peserta JKN, Layanan Cuci Darah dan Operasi Ginjal Ditanggung Penuh

Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, menyatakan bahwa seluruh tahapan perizinan ketat dan persiapan teknis peralatan medis telah dilalui dengan baik oleh pihak manajemen rumah sakit.

“Jadi hari ini kami baru saja selesai dilakukan visitasi oleh Kementerian Kesehatan RI dalam rangka perizinan pelayanan unit dialisis atau hemodialisa kita. Dari Kementerian Kesehatan merespon dengan sangat baik, dan kami juga sudah mengantongi izin dari Kementerian Kesehatan,” ujar Karolin, Senin (30/3/2026).

Ia menegaskan, secara infrastruktur fasilitas dan kesiapan tenaga medis, layanan cuci darah RSUD Landak sudah memenuhi standar kelayakan operasional.

Untuk tahap awal, fasilitas kesehatan ini ditargetkan segera melayani pasien jalur umum sembari menunggu kejelasan proses persetujuan kerja sama dengan pihak BPJS Kesehatan.

“Jadi sebenarnya sudah siap untuk beroperasi. Namun sampai hari ini kami belum bisa menjalin kerja sama dengan BPJS. Untuk pasien umum, kami harap dalam waktu dekat sudah bisa kita terima,” kata dia.

Karolin mengungkapkan bahwa mayoritas pasien gagal ginjal yang membutuhkan terapi rutin di daerahnya merupakan peserta jaminan BPJS. Pihaknya sangat berharap kerja sama tersebut dapat segera disetujui agar akses pengobatan menjadi lebih luas dan meringankan beban finansial masyarakat.