“Kalau imunisasi lengkap, risiko biasanya lebih ringan. Tapi tetap bisa terinfeksi dalam kondisi tertentu,” tambah Andi.
Menyikapi tren ini, Kemenkes tengah menyiapkan kajian mendalam terkait perluasan program vaksinasi campak untuk kelompok dewasa. Prioritas utama akan diberikan kepada tenaga kesehatan yang berada di garis depan dengan risiko paparan paling tinggi.
Masyarakat diminta untuk tidak meremehkan gejala awal campak yang mirip dengan flu biasa, seperti demam, batuk, pilek, dan mata merah yang disertai ruam kulit.
Kemenkes menegaskan bahwa campak tetap merupakan penyakit yang sangat menular dan berpotensi memicu komplikasi serius jika tidak ditangani dengan tepat.
Baca Juga: Kasus Campak Melonjak Pasien Wajib Lakukan Isolasi Mandiri
(Mira)
















