Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Pernahkah Anda merasa tiba-tiba menjadi lebih mudah marah, sedih, atau merasa lelah secara emosional ketika jarum jam menunjukkan pukul 15.00 hingga 17.00 sore? Fenomena ini bukan sekadar perasaan belaka.
Dalam dunia psikologi dan biologi, waktu transisi antara siang menuju malam ini memang dikenal sebagai periode kritis di mana kondisi mental manusia cenderung lebih rentan dan sensitif.
Perubahan suasana hati yang mendadak ini sering kali dipicu oleh kombinasi antara kelelahan kognitif dan fluktuasi biologis dalam tubuh.
Berikut adalah 5 alasan psikologis kenapa jam sore membuat manusia cenderung lebih sensitif:
Baca Juga: Sering Merasa Kecil di Depan Orang Hebat? Ini Penjelasan Psikologisnya
1. Penurunan Energi Keputusan (Decision Fatigue)
Sejak bangun tidur, otak manusia terus-menerus dipaksa untuk membuat keputusan, mulai dari hal kecil hingga urusan pekerjaan yang berat.
Menjelang sore hari, cadangan energi mental untuk memilih dan memproses informasi mulai menipis.
Kondisi decision fatigue ini membuat seseorang kehilangan kemampuan untuk meregulasi emosi dengan baik, sehingga hal-hal kecil yang biasanya dianggap biasa bisa terasa sangat mengganggu dan memicu respons emosional yang tajam.
2. Penurunan Kadar Gula Darah dan Kortisol
Secara biologis, tubuh mengalami penurunan ritme sirkadian pada sore hari.
Kadar hormon kortisol yang memberikan energi di pagi hari mulai menurun, dibarengi dengan penurunan kadar gula darah jika jeda antara makan siang dan makan malam terlalu jauh.
Kondisi fisik yang “lemah” ini mengirimkan sinyal bahaya ke otak, yang secara psikologis memicu perasaan gelisah, mudah tersinggung, atau cranky.
3. Tekanan Evaluasi Akhir Hari
Sore hari sering kali menjadi waktu di mana seseorang mulai mengevaluasi apa yang telah dicapai sepanjang hari.
Jika ada target yang belum terpenuhi atau pekerjaan yang menumpuk, muncul perasaan cemas dan bersalah.
Tekanan untuk menyelesaikan tugas sebelum jam pulang kantor atau sekolah menciptakan ketegangan psikologis yang membuat sistem pertahanan emosional seseorang menjadi lebih tipis dari biasanya.
















