4. Perlindungan dari Respons yang Tidak Empati
Sering kali, lingkungan sosial memberikan respons yang kurang tepat saat seseorang berduka, seperti kalimat “jangan sedih terus” atau “masih banyak yang lebih susah.”
Komentar-komentar seperti ini justru bisa memicu rasa kesal karena perasaan mereka tidak tervalidasi.
Memilih menghilang adalah cara psikologis untuk memproteksi diri dari kata-kata yang mungkin berniat baik namun justru menambah beban mental.
5. Memulihkan Kendali Atas Diri Sendiri
Kesedihan sering kali datang bersamaan dengan rasa kehilangan kendali atas hidup.
Dengan memilih untuk menutup diri atau menonaktifkan akun media sosial, seseorang sebenarnya sedang mencoba mengambil kembali kendali atas privasi dan lingkungannya.
Keputusan untuk “menghilang” adalah bentuk kemandirian emosional di mana seseorang menetapkan batasan yang tegas tentang siapa yang boleh masuk ke ruang pribadinya saat mereka sedang rapuh.
(Mira)
















