“Kalau kita melihat tanda-tanda lapangan itu disengaja, bukan karena faktor secara alamiah. Nah ada kesengajaan, ada juga karena kelalaian, mungkin sedang main layang-layang merokok atau membakar sampah sudah dipantau jadi melebar,” jelasnya.
Pihak BPBD mencatat beberapa temuan kasus di lapangan, termasuk indikasi keterlibatan dua orang dalam aksi pembakaran lahan di dekat Gang Masjid pada Januari lalu.
Meski pelaku sempat melarikan diri, identitas dan jejak aktivitas mereka terus didalami. Selain itu, temuan di wilayah Ambalat menunjukkan adanya pelaku yang setelah ditelusuri ternyata memerlukan penanganan khusus karena kondisi kejiwaannya.
Dengan pengawasan yang lebih ketat di tingkat rukun tetangga, Pemkot Pontianak berharap celah bagi oknum pembakar lahan semakin sempit sehingga bencana asap dapat diminimalisir sedini mungkin.
Baca Juga: Antisipasi Karhutla Sejak Dini, Pemkab Kubu Raya Perkuat Koordinasi Terpadu
(Mira)
















