Tak Ada Toleransi, BPBD Kota Pontianak Buru Oknum Pembakar Lahan untuk Proses Hukum

"BPBD Kota Pontianak tegaskan akan memproses hukum oknum pembakar lahan. Nasir imbau warga tak lagi bakar lahan sembarangan seiring pengetatan pengawasan RT/RW."
BPBD Kota Pontianak tegaskan akan memproses hukum oknum pembakar lahan. Nasir imbau warga tak lagi bakar lahan sembarangan seiring pengetatan pengawasan RT/RW. (Dok. Mira/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, PONTIANAK — Pemerintah Kota Pontianak melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memastikan akan mengambil tindakan hukum yang tegas terhadap oknum pembakar lahan.

Langkah ini diambil menyusul adanya temuan indikasi kesengajaan dalam sejumlah peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah kota belakangan ini.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Pontianak, Nasir, menegaskan bahwa pola pengawasan kali ini akan diperketat dengan melibatkan pengurus RT/RW serta posko lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Fokus utama tim di lapangan adalah mengidentifikasi pelaku pembakaran untuk segera diproses secara hukum.

Baca Juga: Bupati Sujiwo Serahkan Bantuan untuk Satgas Karhutla, Tegaskan Pendekatan Humanis

“Jadi kami akan melibatkan RT/RW juga posko lintas OPD untuk selalu memantau wilayah-wilayah yang rawan kebakaran tadi, kebakaran lahan. Kami akan berupaya mendapatkan siapa yang melakukan. Nah, ini kita mungkin dengan bantuan media untuk mengingatkan kepada semua pihak bahwa Pemerintah Kota Pontianak akan melakukan tindakan tegas dan berupaya mencari pelaku pembakaran ini, kalau itu kita ke proses hukum,” ujar Nasir, Jumat (27/3/2026).

Nasir mengimbau masyarakat agar tidak lagi menganggap remeh aktivitas membakar lahan meskipun hal tersebut sudah dilakukan selama bertahun-tahun tanpa teguran.

Menurutnya, saat ini komitmen pemerintah dalam menindak pelanggar aturan karhutla sudah sangat bulat.

“Media mungkin bisa mewanti-wantikan masyarakat, mungkin karena masyarakat merasa selama ini saya bakar bertahun-tahun lalu tidak dimarahi Pak, tidak juga ketahuan. Sekarang ini kita akan menindak tegas,” tambahnya.

Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, Nasir mengungkapkan bahwa banyak kejadian karhutla yang terindikasi disengaja oleh oknum tertentu, bukan karena faktor alamiah. Selain faktor kesengajaan, kelalaian dalam membakar sampah atau aktivitas merokok di area kering juga menjadi pemicu api meluas.