Mengenal USS Ohio, Kapal Selam Raksasa AS Pembawa 154 Rudal Tomahawk

Kapal selam rudal jelajah bertenaga nuklir USS Ohio (SSGN 726) milik Angkatan Laut AS bersandar di pangkalan laut dengan sejumlah kru di atas lambung kapal. (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Kapal selam rudal jelajah bertenaga nuklir USS Ohio (SSGN 726) milik Angkatan Laut AS bersandar di pangkalan laut dengan sejumlah kru di atas lambung kapal. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, WASHINGTON – Kapal selam kelas Ohio pertama milik Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy), USS Ohio (SSGN 726), hingga kini tetap menjadi komponen kunci dalam strategi maritim negara tersebut berkat kemampuannya memproyeksikan kekuatan tempur dan kehadiran armada di seluruh dunia, Kamis (26/3/2026).

Baca Juga: Tensi Timur Tengah Memanas, Kapal Serbu Amfibi AS USS Tripoli Menuju Teluk Persia

Sebagai kapal selam terbesar yang pernah dibangun oleh Angkatan Laut AS dengan panjang mencapai 560 kaki (sekitar 170 meter), alutsista strategis ini memiliki daya gempur mematikan pasca-bertransformasi dari kapal selam rudal balistik (SSBN) menjadi platform pembawa rudal jelajah (SSGN).

Berdasarkan rencana konversi pasca-Perang Dingin, 22 tabung peluncur Trident pada USS Ohio dimodifikasi untuk membawa tabung yang masing-masing berisi tujuh rudal Tomahawk.

Modifikasi ini membuat kapal selam tersebut mampu membawa total hingga 154 rudal.

Sementara itu, dua tabung peluncur lainnya diubah menjadi lockout chambers (ruang kedap air) yang memungkinkan pengerahan dan penjemputan pasukan operasi khusus seperti Navy SEALs.

Menilik sejarahnya, USS Ohio merupakan kapal keempat AS yang menyandang nama tersebut.

Kapal ini dikonsep pada awal 1970-an sebagai penerus grup 41 SSBN asli yang dijuluki “41 For Freedom” (beroperasi 1959–1967).

Pembangunannya dimulai pada 10 April 1976 di fasilitas General Dynamics Electric Boat di Groton, Connecticut.

Kapal ini resmi bergabung dengan Angkatan Laut AS pada 11 November 1981.

Baca Juga: Antisipasi Respons Iran, AS Kerahkan 2.500 Marinir dan Kapal Perang ke Timur Tengah

Dalam upacara peresmiannya, Wakil Presiden George H.W. Bush saat itu mengatakan di hadapan 8.000 tamu bahwa USS Ohio dan kelasnya mewakili “dimensi baru dalam pencegahan strategis bangsa kita.”

USS Ohio memulai operasi patroli pencegahan strategis pertamanya pada Oktober 1982 dan terus berpatroli dari Pangkalan Angkatan Laut Kitsap-Bangor selama 20 tahun.

Setelah menyelesaikan konversinya menjadi SSGN, kapal ini kembali bergabung dengan armada pada 7 Februari 2006 dan memulai pengerahan garda depan pertamanya ke Guam setahun kemudian.

Lebih dari tiga dekade beroperasi, alutsista yang telah berkali-kali meraih penghargaan Battle Efficiency Award (Battle “E”) ini membuktikan bahwa platform laut kelas Ohio tetap relevan dan multifungsi dalam mendukung misi serangan maupun perang khusus global.

(FR)