Hidupkan Kembali Era “Battleship”, Trump Luncurkan Armada Emas “Trump Class” untuk Saingi China

Ilustrasi desain kapal perang "Trump Class" USS Defiant yang diperkenalkan Presiden Donald Trump sebagai bagian dari armada baru "Golden Fleet" Amerika Serikat. (Dok. Ist)
Ilustrasi desain kapal perang "Trump Class" USS Defiant yang diperkenalkan Presiden Donald Trump sebagai bagian dari armada baru "Golden Fleet" Amerika Serikat. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, FLORIDA – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan rencana ambisius untuk merevitalisasi kekuatan Angkatan Laut AS dengan meluncurkan seri kapal perang baru berjenis battleship yang dinamai menurut namanya sendiri, “Trump-class“.

Kapal-kapal bersenjata berat ini akan menjadi tulang punggung dari apa yang disebutnya sebagai “Golden Fleet” atau Armada Emas yang baru.

Baca Juga: Resmi Diserahkan Fincantieri, KRI Prabu Siliwangi-321 Jadi Kapal Tempur Tercanggih di Indo-Pasifik

Dalam pengumuman yang disampaikan di klub golf Mar-a-Lago, Florida, Senin (22/12/2025), Trump didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi pertahanan, termasuk Sekretaris Angkatan Laut John Phelan.

Trump menyatakan telah menyetujui pembangunan awal dua unit kapal perang tersebut, dengan target jangka panjang mencapai 25 unit.

Kapal pertama dari kelas ini akan diberi nama USS Defiant. Trump sesumbar bahwa kapal ini akan menjadi kapal perang paling kuat dalam sejarah, dilengkapi dengan persenjataan canggih termasuk rudal hipersonik.

“Mereka akan menjadi yang tercepat, terbesar, dan sejauh ini, 100 kali lebih kuat dari kapal perang mana pun yang pernah dibuat,” klaim Trump.

Respons Terhadap Dominasi China

Langkah agresif ini diambil di tengah kekhawatiran para pejabat AS mengenai ketertinggalan kapasitas pembuatan kapal dan total output militer AS dibandingkan China.

Baca Juga: “Raja Api” Kembali Berlayar: Mengenal KRI Raja Haji Fisabilillah 391, Penjaga Baru Kedaulatan NKRI

Trump menegaskan bahwa kapal-kapal ini akan dibangun di dalam negeri, yang diproyeksikan akan menciptakan ribuan lapangan kerja baru bagi warga Amerika.

“Officials have warned that the US currently lags behind China in both shipbuilding capacity and total output,” tulis laporan tersebut.

Target operasional untuk kapal-kapal pertama ini ditetapkan cukup cepat, yakni dalam dua setengah tahun ke depan.

Sekretaris Angkatan Laut, John Phelan, dalam wawancaranya menyebutkan bahwa Trump secara spesifik meminta kapal jenis battleship yang “besar dan indah” sebagai bagian dari armada tersebut.

Selain battleship raksasa, ekspansi Angkatan Laut AS juga mencakup penambahan kapal tempur permukaan yang lebih kecil (small surface combatants) untuk menutup celah kekurangan armada saat ini.

(ra)