Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Pernahkah Anda merasa perut seperti tidak ada dasarnya saat sedang datang bulan? Dorongan untuk terus mengunyah atau keinginan mendadak menyantap makanan tertentu (craving) adalah hal yang sangat jamak dialami oleh banyak perempuan.
Fenomena “lapar terus” ini sering kali mengundang tanya, mengapa tubuh seolah menuntut asupan energi lebih banyak dari biasanya?
Ternyata, nafsu makan yang melonjak tajam ini bukan sekadar keinginan lidah, melainkan respons alami tubuh terhadap perubahan biologis yang sedang berlangsung di dalam.
Berikut adalah alasan ilmiah mengapa perempuan cenderung merasa lapar terus saat datang bulan:
Baca Juga: Sering Sensitif Saat Haid? Ini 5 Camilan Enak untuk Perbaiki Mood Saat Datang Bulan
1. Peningkatan Metabolisme Tubuh
Saat memasuki fase menstruasi, tubuh perempuan sebenarnya bekerja lebih keras dari biasanya.
Proses peluruhan dinding rahim membutuhkan energi ekstra.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tingkat metabolisme basal (basal metabolic rate) meningkat selama fase ini.
Hal ini menyebabkan tubuh membakar lebih banyak kalori, sehingga sinyal lapar dikirimkan oleh otak lebih sering untuk mengganti energi yang terpakai.
2. Penurunan Kadar Serotonin
Menjelang dan saat datang bulan, kadar hormon estrogen mengalami penurunan.
Penurunan ini memicu merosotnya zat serotonin, yaitu senyawa kimia di otak yang mengatur perasaan bahagia dan rasa kenyang.
Saat serotonin rendah, otak akan mencari cara instan untuk meningkatkannya kembali, salah satunya dengan memberikan sinyal lapar, terutama keinginan mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat dan gula yang dapat memicu lonjakan serotonin secara cepat.
3. Fluktuasi Gula Darah
Perubahan hormon progesteron juga memengaruhi sensitivitas tubuh terhadap insulin. Hal ini dapat menyebabkan kadar gula darah menjadi tidak stabil.
Ketika gula darah turun secara mendadak, tubuh akan merespons dengan rasa lapar yang hebat dan keinginan untuk makan makanan manis (sweet tooth) sebagai upaya tubuh untuk menyeimbangkan kembali kadar energi dalam darah.
















