Opini  

Siapa Buat Laporan ke Prabowo, Pengungsi Tak Ada Lagi di Tenda?

"Presiden Prabowo dikabarkan mendapat laporan ABS soal pengungsi di Aceh Tamiang yang disebut 100 persen sudah pindah dari tenda. Padahal fakta di lapangan bicara lain."
Presiden Prabowo dikabarkan mendapat laporan ABS soal pengungsi di Aceh Tamiang yang disebut 100 persen sudah pindah dari tenda. Padahal fakta di lapangan bicara lain. (Dok. Ist)

“Yakin?”

“Yakin, Pak. Kalau ada tenda, itu dekorasi Lebaran saja.”

Maka keluarlah pernyataan sakral itu. Disiarkan. Dibroadcast. Dikutip media. Jadi headline. Jadi kebanggaan.

Sementara di lapangan, warga mungkin cuma bisa geleng kepala sambil bilang, “Kami ini termasuk yang 100 persen itu atau tidak, ya?”

Ada juga dugaan liar, sebelum kunjungan presiden, tenda-tenda tertentu “dirapikan”. Yang kelihatan di jalur utama dibuat kinclong. Yang di pinggiran? Ya… semoga tidak masuk kamera.

Kayak tamu datang ke rumah. Ruang tamu disapu, dapur ditutup rapat.

Yang jelas, ada satu pertanyaan besar yang menggantung di udara Lebaran, siapa sebenarnya yang buat laporan ajaib itu? Apakah menteri yang itu lagi?

Tim lapangan? Satgas pemulihan? Atau “tim sulap data nasional”?

Karena ini bukan sekadar salah angka. Ini bisa bikin kebijakan meleset jauh. Presiden senang, tapi realita di bawah masih berjuang.

Kalau besok pagi beliau iseng buka X, lihat video-video itu… bisa jadi Lebaran berubah jadi rapat darurat.

“Ini siapa yang ABS lagi?!”

Sementara itu, di tenda-tenda yang katanya sudah kosong, warga tetap menjalani hari. Tak ada drama. Tak ada pidato. Hanya kehidupan yang terus berjalan, apa adanya.

They mungkin tidak marah. Tidak juga ribut. Cuma satu kalimat sederhana, “Selamat Lebaran, Pak. Mohon maaf lahir batin… dan kalau sempat, tolong cek kami. Tenda ini masih ada kok.”

Begitulah Indonesia. Di atas, 100 persen. Di bawah, 100 persen bertahan.

Lebaran pun jadi hybrid, Separuh opor ayam, separuh mie instan.

Baca Juga: Rayakan Idulfitri di Aceh Tamiang, Presiden Prabowo Tinjau Huntara dan Puji Kecepatan Pemulihan Bencana

Penulis: Rosadi Jamani

Ketua Satupena Kalbar