4. Memasak sebagai Mekanisme Koping dan Relaksasi
Bagi sebagian individu, proses memasak itu sendiri adalah terapi.
Aktivitas memotong, mengaduk, dan meracik bumbu bisa menjadi bentuk mindfulness yang meredakan stres seharian.
Ketika mereka makan masakan sendiri, mereka tidak hanya menikmati makanannya, tetapi juga merayakan hasil dari proses relaksasi tersebut.
Keinginan makan masakan sendiri muncul karena mereka ingin mempertahankan perasaan damai dan pencapaian (sense of accomplishment) yang didapat selama proses memasak.
5. Kelekatan Emosional dan Memori Masa Kecil
Psikologi juga melihat adanya faktor kelekatan emosional (attachment).
Seseorang mungkin terbiasa dengan standar rasa masakan rumah yang spesifik sejak kecil.
Masakan orang lain atau restoran terasa asing dan tidak memberikan kehangatan emosional.
Memasak sendiri dengan resep yang familiar adalah cara mereka menghadirkan kembali rasa nyaman, aman, dan memori bahagia masa lalu, yang sering kali tidak bisa ditemukan dalam hidangan luar.
Baca Juga: Sajikan “Menu Diet”, BGN Bekukan Operasional SPPG Ketapang Sandai
(Mira)
















