4. Aktivitas Akhir Pekan yang Padat
Terkadang, kita terjebak dalam pola “balas dendam” dengan mengisi akhir pekan dengan agenda yang terlalu padat, seperti berwisata jauh atau berkumpul dengan banyak orang.
Alih-alih istirahat, tubuh justru dipaksa bekerja ekstra.
Kelelahan akumulatif ini baru benar-benar terasa saat suasana mulai tenang di Minggu malam, di mana adrenalin dari rasa senang mulai menurun (crashing).
5. Kurangnya Batas Antara Waktu Luang dan Kerja
Di era digital, banyak orang sulit melepaskan diri dari urusan pekerjaan.
Memeriksa pesan grup kantor atau sekadar melihat jadwal rapat untuk esok hari di Minggu malam akan memicu otak untuk masuk ke mode kerja lebih awal.
Ketidakmampuan untuk benar-benar disconnect dari urusan profesional inilah yang membuat Minggu malam tidak lagi menjadi waktu pemulihan, melainkan awal dari kelelahan minggu baru.
Baca Juga: Malam Minggu Tahlilan, Apakah Doa Sampai pada Almarhum?
(Mira)
















