Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Berakhirnya bulan suci Ramadan menjadi tantangan besar bagi kesehatan masyarakat. Perubahan pola makan secara drastis setelah berpuasa sering memicu gangguan metabolisme.
Pakar gizi mengingatkan warga agar tidak makan berlebihan saat merayakan hari raya demi menjaga kebugaran tubuh.
Momen pascapuasa merupakan waktu terbaik untuk membangun pola hidup sehat. Pakar Gizi IPB University, Prof. Hardinsyah, menyarankan masyarakat meneruskan kebiasaan baik saat berpuasa.
Baca Juga: Sering Makan Nasi Mengkal? Kenali 4 Bahayanya bagi Kesehatan Pencernaan
Organ pencernaan manusia sudah beradaptasi dengan sangat baik selama sebulan penuh.
“Puasa Ramadan kemarin sebenarnya sudah menjadi ajang detoksifikasi alami bagi tubuh kita. Sangat penting bagi kita untuk menjaga konsistensi ini agar hasil dari puasa tersebut tidak hilang begitu saja. Pola makan yang tertata akan menekan risiko penyakit diabetes dan kolesterol tinggi,” ujar Prof. Hardinsyah.
Menerapkan Puasa Intermiten
Warga bisa mencoba konsep yang mirip dengan intermittent fasting dalam kehidupan sehari-hari.
Pengaturan ini berfokus pada pembatasan jumlah dan waktu makan secara disiplin. Cara ini sangat efektif untuk membuang lemak tubuh yang menumpuk akibat hidangan lebaran.
Prof. Hardinsyah menekankan pentingnya perubahan pola pikir untuk menjaga kesehatan jangka panjang.
















