3. Tidak Mencampuradukkan Masalah Pribadi dengan Pekerjaan
Meski suasana hati Anda sedang berantakan karena masalah di luar kantor, Anda tetap mampu menjaga kualitas output pekerjaan Anda.
Anda memiliki “sakelar” mental yang bisa memisahkan antara perasaan pribadi dan tuntutan peran di tempat kerja.
Dalam dunia profesional, ini disebut dengan kemampuan compartmentalization, yakni menempatkan emosi pada kotak yang tepat agar tidak mengganggu performa.
4. Tetap Menghargai Etika Komunikasi
Tanda terakhir adalah cara Anda berkomunikasi.
Meskipun sedang tidak ingin bicara dengan siapa pun karena mood yang buruk, Anda tetap merespons pesan atau surel kerja dengan sopan dan jelas.
Anda tidak menggunakan suasana hati sebagai alasan untuk bersikap kasar atau mengabaikan orang lain.
Anda tetap menjunjung tinggi etiquette dalam bekerja karena sadar bahwa reputasi profesional jauh lebih penting daripada perasaan sesaat.
Baca Juga: 7 Situasi Terbaik Memilih Diam Guna Kendalikan Emosi
(Mira)
















