Bukan Karena Malas, Ini Pemicu Utama Perempuan Gen Z Sulit Dapat Kerja

"Riset mengungkap alasan di balik meningkatnya pengangguran perempuan Gen Z. Temukan faktor penghambat karier dan solusi untuk bersaing di pasar kerja 2026."
Riset mengungkap alasan di balik meningkatnya pengangguran perempuan Gen Z. Temukan faktor penghambat karier dan solusi untuk bersaing di pasar kerja 2026. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Fenomena pengangguran di kalangan generasi Z, khususnya perempuan muda, kini tengah menjadi sorotan global.

Riset terbaru dari laporan Women in Work 2026 mengungkapkan bahwa lonjakan angka pengangguran ini bukan disebabkan oleh faktor kemalasan, melainkan adanya hambatan struktural dan pergeseran kebutuhan pasar kerja yang signifikan.

Banyak perempuan muda kini terjebak dalam kategori NEET (not in education, employment, or training).

Faktor pendidikan rendah dan masalah kesehatan mental menjadi pemicu utama yang membuat risiko seseorang masuk ke kelompok ini meningkat hingga empat kali lipat.

Baca Juga: Evaluasi Satu Tahun Sujiwo-Sukiryanto, Pemuda Muhammadiyah Soroti Infrastruktur dan Pengangguran di Kubu Raya

Selain itu, perkembangan teknologi yang masif turut mengubah lanskap pekerjaan di sektor-sektor tradisional.

Berikut adalah beberapa faktor utama yang menjadi penghambat karier perempuan Gen Z saat ini:

1. Disrupsi Teknologi dan AI

Kehadiran kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mulai menggantikan peran manusia di beberapa sektor yang sebelumnya didominasi oleh perempuan, seperti administrasi dan layanan pelanggan.

Kurangnya literasi digital dan keterampilan teknis di bidang teknologi baru membuat banyak perempuan muda sulit bersaing di pasar kerja modern.

2. Jalur Karier yang Terbatas

Berbeda dengan laki-laki yang memiliki akses luas ke sektor teknis seperti konstruksi atau logistik, perempuan muda cenderung diarahkan ke sektor ritel, perawatan, dan perhotelan.

Masalahnya, sektor-sektor ini sedang mengalami penyusutan peluang pengembangan karier, sehingga perempuan muda kesulitan menemukan jenjang profesional yang menjanjikan.