4. Flashbulb Memory
Ada sebuah fenomena yang disebut flashbulb memory, di mana otak seolah mengambil foto dengan lampu kilat terhadap peristiwa yang sangat mengejutkan atau bermakna.
Detail terkecil seperti bau udara, pakaian yang dikenakan, hingga lagu yang diputar saat kejadian tersebut berlangsung akan tersimpan dengan presisi yang sangat tinggi.
5. Proses Perenungan atau Rumination
Semakin sering sebuah ingatan diputar kembali dalam pikiran, semakin kuat jalur saraf yang terbentuk di otak.
Saat kita merenungkan hal pahit atau membayangkan kembali hal manis, kita sebenarnya sedang “menebalkan” jejak memori tersebut.
Tanpa disadari, kebiasaan berpikir ini membuat kenangan tersebut menjadi sulit untuk pudar.
Baca Juga: Reuni Marlon Wayans dan Anna Faris, Cuplikan Film Scary Movie Terbaru Mulai Tayang di Bioskop
(Mira)
















