Mengapa Sulit Melupakan Kenangan? Ini 5 Alasan Otak Selalu Ingat Hal Manis dan Pahit

"Mengapa kenangan manis dan pahit sangat sulit dilupakan? Simak 5 alasan ilmiah dari sisi psikologi dan cara kerja otak manusia yang perlu Anda ketahui."
Mengapa kenangan manis dan pahit sangat sulit dilupakan? Simak 5 alasan ilmiah dari sisi psikologi dan cara kerja otak manusia yang perlu Anda ketahui. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa ingatan tentang kegagalan di masa lalu atau momen jatuh cinta pertama kali tetap terasa begitu nyata meski bertahun-tahun telah berlalu? Otak manusia memiliki cara kerja yang unik dalam menyaring informasi, di mana kenangan yang melibatkan emosi ekstrem baik itu sangat manis maupun sangat pahit cenderung menetap lebih lama dibandingkan aktivitas harian biasa.

Secara biologis, ingatan tidak hanya disimpan sebagai data, tetapi juga sebagai jejak emosional yang mendalam.

Fenomena ini membantu kita belajar dari pengalaman, namun sering kali membuat kita sulit untuk benar-benar move on.

Berikut adalah 5 alasan ilmiah mengapa otak sulit melupakan kenangan manis dan pahit:

Baca Juga: 5 Rekomendasi Film yang Cocok Ditonton Saat Sedih di Sore Hari untuk Menenangkan Hati

1. Keterlibatan Amigdala dalam Memori

Amigdala adalah bagian otak yang bertanggung jawab memproses emosi.

Ketika sebuah peristiwa memicu emosi yang kuat (seperti rasa bahagia luar biasa atau trauma), amigdala akan mengirimkan sinyal ke hipokampus untuk memberikan “tanda khusus” pada ingatan tersebut.

Hasilnya, otak memprioritaskan penyimpanan memori ini sebagai sesuatu yang sangat penting untuk diingat.

2. Mekanisme Bertahan Hidup (Survival Mechanism)

Otak manusia berevolusi untuk memprioritaskan hal pahit atau buruk sebagai bentuk perlindungan diri.

Dengan mengingat kegagalan atau luka secara mendetail, otak berusaha mencegah Anda jatuh ke lubang yang sama di masa depan.

Inilah sebabnya mengapa komentar negatif sering kali lebih membekas daripada puluhan pujian yang Anda terima.

3. Pelepasan Dopamin pada Hal Manis

Momen manis sering kali disertai dengan lonjakan dopamin, hormon yang memberikan rasa senang dan imbalan.

Otak secara alami menyukai perasaan ini dan akan sering memutar kembali memori tersebut untuk mendapatkan “kepuasan” emosional yang sama.

Hal inilah yang sering membuat seseorang terjebak dalam nostalgia.