Faktakalbar.id, PONTIANAK – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Kalimantan Barat menemukan sedikitnya 1.316 titik panas atau hotspot kebakaran hutan dan lahan di kawasan gambut provinsi tersebut sepanjang bulan Februari 2026.
Temuan ini menjadi peringatan serius mengingat wilayah Kalimantan Barat masih berada pada periode musim hujan.
Baca Juga: WALHI: Awal 2026 Lebih dari 5.000 Titik Api Muncul di Gambut Meski Masih Musim Hujan
Kepala Divisi Kajian dan Kampanye WALHI Kalbar, Indra Syahnanda, memaparkan bahwa ribuan titik api tersebut menunjukkan tingginya kerentanan ekosistem gambut di daerah itu.
“Seribuan titik api tersebut menandakan kebakaran lahan gambut tetap terjadi meski sebagian wilayah Indonesia masih berada pada periode musim hujan,” kata Indra Syahnanda, Kamis (12/3/2026).
Data pemantauan yang dihimpun WALHI Kalbar bersama jaringan Pantau Gambut menunjukkan bahwa kemunculan titik panas di awal tahun ini merupakan dampak langsung dari degradasi lahan yang telah berlangsung lama.
Kejadian karhutla di Kalbar dalam dua bulan terakhir ini juga telah memicu bencana kabut asap di sejumlah wilayah kabupaten dan kota.
















