Opini  

Tersisa Roy Suryo dan dr. Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?

Ilustrasi AI - Rismon keluar barisan dan meminta maaf. Kini tersisa Roy Suryo dan dr. Tifa yang menegaskan tidak mundur. Bagaimana kelanjutan drama ini? (Dok: Rosadi Jamani)
Ilustrasi AI - Rismon keluar barisan dan meminta maaf. Kini tersisa Roy Suryo dan dr. Tifa yang menegaskan tidak mundur. Bagaimana kelanjutan drama ini? (Dok: Rosadi Jamani)

OPINI – Rismon sudah keluar barisan. Tersisa Roy Suryo dan dr. Tifa. Sikap balik arah Rismon sangat mengejutkan negeri ini. Timeline pun panas. Perang Iran vs Israel AS pun kalah pamor dibuatnya. Gimana sikap Roy dan dr. Tifa berikutnya? Simak narasinya sambil seruput koptagul, wak!

Drama ijazah yang selama ini berjalan seperti serial panjang tanpa jadwal tamat kini memasuki babak baru. Trio yang selama berbulan bulan tampil kompak bak tim investigasi level film detektif, Roy Suryo, Rismon Hasiholan Sianipar, dan dr. Tifa, mendadak berubah formasi.

Rismon yang sebelumnya dikenal paling rajin membedah watermark dan embos ijazah dalam berbagai analisis forensik digital tiba tiba menyatakan analisisnya keliru.

Baca Juga: Rismon Berbalik Arah, Nyatakan Ijazah Jokowi Asli

Ia meminta maaf kepada eks Presiden Jokowi dan keluarganya. Info terkini malah udah ke Solo minta ampun. Lalu, mengajukan restorative justice (RJ) ke Polda Metro Jaya.

Plot twist itu langsung membuat panggung drama nasional bergeser. Kini, tinggal dua tokoh yang masih berdiri di garis depan.

Sorotan utama pun otomatis jatuh kepada Roy Suryo.

Mantan menteri yang terkenal dengan aura analis teknologi itu tampil di Mapolda Metro Jaya menghadapi wartawan dengan ekspresi yang tenang.

Tenang seperti dosen yang baru menemukan mahasiswa mengutip skripsi dari blog tahun 2009. Ia langsung memberi garis tebal, keputusan Rismon murni keputusan pribadi.

Tidak ada kaitannya dengan dirinya. Tidak ada kaitannya dengan dr. Tifa. Tidak ada rapat rahasia, tidak ada koordinasi, tidak ada perubahan strategi tim.

Roy bahkan menegaskan kalimat yang kini beredar luas di media sosial seperti slogan kampanye. “Kami tidak mundur 0,1 persen pun.” Bukan satu persen. Bukan setengah persen. Nol koma satu persen. Presisi yang membuat para ahli matematika tiba tiba merasa dihormati dalam dunia politik.

Roy juga menyampaikan doa untuk mantan rekan seperjuangannya itu. Dengan nada yang sangat santun, ia berharap Rismon mendapatkan hidayah, pencerahan, perlindungan, dan yang terbaik dari Allah SWT.

Kalimatnya terdengar seperti khutbah penuh kasih sayang. Namun di telinga netizen, maknanya terasa seperti sindiran diplomatik kelas berat, “Semoga cepat sadar dan kembali ke jalur yang benar, bro.”

Sementara itu, publik mulai bertanya, bagaimana sikap dr. Tifa, yang selama ini dikenal paling berapi api dalam perdebatan?

Menariknya, dr. Tifa tidak langsung tampil dalam konferensi pers panjang. Ia memilih tidak banyak bicara di depan publik. Namun menurut Roy Suryo, komunikasi tetap berjalan.

Roy menjelaskan bahwa ia sudah video call dengan dr. Tifa, dan hasilnya jelas, keduanya tetap sepakat mempertahankan sikap mereka. Tidak ada perubahan posisi. Tidak ada mundur. Tidak ada koreksi analisis.

Dengan kata lain, meskipun satu anggota tim sudah memilih jalur damai, Roy Suryo dan dr. Tifa tetap memegang bendera yang sama.

Formasi tim yang dulu dikenal netizen sebagai RRT (Roy Rismon dr. Tifa) kini berubah menjadi duet bertahan. Seperti boyband yang kehilangan satu personel tapi memutuskan tetap tur keliling dunia.

Drama tentu belum lengkap tanpa tokoh yang selalu siap menyalakan lampu investigasi, Refly Harun.

Sebagai kuasa hukum, Refly justru mengaku mengetahui perubahan sikap Rismon dari media. Ia belum sempat berbicara langsung dengan yang bersangkutan.

Ia mencoba menghubungi Rismon. Namun hasilnya cukup dramatis untuk ukuran percakapan modern. Pesan WhatsApp masih centang satu. Coba bayangkan adegan ini, seorang pengacara konstitusi serius menatap layar ponsel sambil bergumam pelan, “Kenapa belum dibalas?”

Refly kemudian masuk ke mode analisis yang membuat teori konspirasi bermunculan seperti jamur musim hujan.

Ia menyatakan belum bisa memastikan alasan perubahan sikap Rismon. Namun ia membuka kemungkinan, bisa saja ada tekanan dari pihak tertentu.

Refly menegaskan, jika keputusan itu memang kehendak pribadi, ia menghormatinya. Akan tetapi, jika ada faktor tekanan atau situasi tertentu, ia menyatakan tetap akan berdiri di belakang Roy Suryo dan dr. Tifa.

Satu hal yang pasti, Refly sendiri tidak ikut jalur restorative justice. Ia bahkan pernah menyatakan sebelumnya, RJ hanya mungkin terjadi jika Jokowi terlebih dahulu meminta maaf atas apa yang ia sebut sebagai pengkriminalan terhadap kliennya.

Dengan demikian, konfigurasi drama ini menjadi semakin unik. Rismon memilih jalan damai. Roy Suryo tetap teguh dengan posisi tidak mundur 0,1 persen. dr. Tifa, setelah video call dengan Roy, tetap berada di barisan yang sama.

Refly Harun masih mengamati situasi sambil menunggu pesan WhatsApp yang entah kapan berubah menjadi centang dua.

Publik Indonesia pun kembali melakukan aktivitas nasional yang sudah menjadi tradisi, menonton drama politik seperti menonton serial yang setiap episodenya selalu menghadirkan kejutan.

Baca Juga: Usai Sowan ke Solo, Kasus Eggi Sudjana dan Damai Lubis Dihentikan, Penyidikan Tersangka Lain Jalan Terus

Pertanyaan yang kini beredar di media sosial sederhana, tetapi menggoda imajinasi publik, apakah Roy Suryo dan dr. Tifa akan terus bertahan sampai akhir?

Atau suatu hari nanti akan muncul konferensi pers baru dengan kalimat pembuka yang membuat seluruh netizen terdiam selama tiga detik sebelum tertawa, “Setelah kami kaji ulang secara ilmiah…”

Jika hari itu tiba, mungkin buku sekuelnya sudah siap. Judulnya tidak perlu panjang. Jokowi’s White Paper 2 The Remaining Two. Seperti biasa, rakyat Indonesia akan menyaksikan semuanya dengan dua hal yang tidak pernah habis di negeri ini, rasa penasaran, dan tawa.

Oleh: Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar