Mengapa Lebaran Bikin Cemas? Kenali 5 Alasan Munculnya Anxiety Menjelang Hari Raya

"Sering merasa cemas menjelang hari raya? Kenali 5 alasan munculnya anxiety saat Lebaran, mulai dari tekanan finansial hingga ekspektasi sosial."
Sering merasa cemas menjelang hari raya? Kenali 5 alasan munculnya anxiety saat Lebaran, mulai dari tekanan finansial hingga ekspektasi sosial. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Lebaran seharusnya menjadi momen penuh kemenangan dan sukacita setelah sebulan penuh berpuasa.

Namun, bagi sebagian orang, mendekatnya hari raya justru memicu rasa cemas yang mendalam atau yang sering dikenal dengan istilah holiday anxiety.

Fenomena ini nyata adanya dan bisa dialami oleh siapa saja tanpa memandang usia.

Memahami sumber kecemasan adalah langkah awal untuk meraih ketenangan batin.

Baca Juga: Camat Marau Gandeng Perusahaan Perbaiki Jembatan Sedawak Jelang Mudik Lebaran

Berikut adalah 5 alasan utama mengapa kecemasan sering muncul menjelang Lebaran:

1. Tekanan Finansial yang Meningkat

Bukan rahasia lagi jika Lebaran identik dengan pengeluaran ekstra.

Mulai dari biaya mudik, membeli baju baru, hingga tradisi membagikan uang tunjangan hari raya (THR) kepada sanak saudara.

Tekanan untuk memenuhi ekspektasi sosial ini sering kali memicu financial stress, terutama jika kondisi dompet sedang tidak bersahabat.

2. Pertanyaan “Kapan” dari Keluarga

Bagi banyak orang, berkumpul dengan keluarga besar adalah momen yang paling dihindari karena rentetan pertanyaan retoris.

Pertanyaan seperti “Kapan lulus?”, “Kapan nikah?”, atau “Kapan punya anak?” sering kali dianggap sebagai bentuk perhatian, namun bagi penerimanya, hal ini bisa memicu social anxiety dan rasa rendah diri.

3. Kelelahan Fisik dan Mental (Burnout)

Persiapan Lebaran sangat menguras energi.

Membersihkan rumah, memasak hidangan khas dalam jumlah besar, hingga perjalanan mudik yang macet bisa menyebabkan physical exhaustion.

Ketika tubuh terlalu lelah, pertahanan mental pun melemah, sehingga perasaan cemas lebih mudah mengambil alih pikiran.