“Kita tahu Iran memiliki kehadiran yang luas di Meksiko dan Amerika Selatan. Mereka memiliki hubungan, mereka memiliki drone, dan sekarang mereka memiliki insentif untuk melakukan serangan,” kata Cohen.
Baca Juga: Kemlu RI Pastikan 32 WNI Evakuasi dari Iran Tiba di Jakarta
Selain ancaman dari Iran, intelijen juga menyoroti penggunaan teknologi drone oleh kartel narkoba Meksiko di wilayah perbatasan.
Laporan per September 2025 mengungkapkan adanya izin dari pemimpin kartel untuk menyerang personel keamanan menggunakan drone pembawa bahan peledak.
Menanggapi situasi ini, Kantor Gubernur California Gavin Newsom menyatakan telah berkoordinasi aktif dengan pejabat keamanan lintas level untuk melindungi komunitas.
Departemen Sheriff Los Angeles (LASD) juga telah meningkatkan patroli di lokasi-lokasi menonjol, rumah ibadah, dan institusi budaya sebagai langkah preventif.
Hingga saat ini, pejabat intelijen terus memantau pergerakan peralatan tempur Iran yang diduga telah ditempatkan di kapal-kapal laut sebagai antisipasi konfrontasi yang terus berlanjut.
(FR)
















