Di Tengah Isu Skandal Direktur, Sejumlah Proyek di Politeknik Pontianak Diduga Dikerjakan Sebelum Kontrak

Pelaksanaan proyek Politeknik Negeri Pontianak disorot karena diduga tak terdaftar di LPSE resmi pemerintah di tengah skandal moral petinggi kampus.
Pelaksanaan proyek Politeknik Negeri Pontianak disorot karena diduga tak terdaftar di LPSE resmi pemerintah di tengah skandal moral petinggi kampus. (Dok. Faktakalbar.id)
Tumpukan material dan pengerjaan fisik di lokasi proyek pembangunan infrastruktur yang terpantau berjalan tanpa dilengkapi papan informasi pelaksanaan kegiatan.
Tumpukan material dan pengerjaan fisik di lokasi proyek pembangunan infrastruktur yang terpantau berjalan tanpa dilengkapi papan informasi pelaksanaan kegiatan. (Dok. Faktakalbar.id)

Ia mengatakan isu perselingkuhan tidak hanya diarahkan kepada direktur, tetapi juga disebut-sebut melibatkan pejabat di bawahnya. Kondisi tersebut, kata dia, dapat memengaruhi kepercayaan publik terhadap tata kelola lembaga pendidikan.

“Kalau isu-isu seperti ini terus muncul, mulai dari dugaan persoalan moral hingga pengelolaan proyek yang dipertanyakan, tentu publik akan bertanya bagaimana sebenarnya tata kelola kampus tersebut dijalankan,” ujarnya.

Pelaksanaan proyek pemerintah tanpa melalui kontrak dan proses pengadaan yang jelas berpotensi melanggar ketentuan dalam Peraturan Presiden tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang mengatur bahwa setiap pengadaan wajib melalui tahapan perencanaan, pemilihan penyedia, hingga penandatanganan kontrak sebelum pekerjaan dilaksanakan.

Fakta Kalbar masih menunggu klarifikasi resmi dari pihak terkait guna memberikan penjelasan kepada publik terkait pelaksanaan proyek tersebut.

Baca Juga: Endus Penyelewengan Anggaran, Tim Pidsus Kejati Kalbar Obok-obok Dua Lokasi Vital di Ketapang

Di tengah sorotan terhadap pengelolaan proyek, kampus tersebut juga sedang diterpa isu lain yang menjadi perhatian publik.

Kasus dugaan skandal asmara yang menyeret Direktur Politeknik Negeri Pontianak dengan seorang stafnya belakangan viral setelah tangkapan layar percakapan yang diduga berkaitan dengan hubungan perselingkuhan beredar di media sosial.

Isu tersebut kemudian berujung pada langkah Badan Eksekutif Mahasiswa Politeknik Negeri Pontianak yang melaporkan sang direktur ke Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Percakapan yang beredar juga memicu spekulasi adanya dugaan pernikahan siri. Menyusul munculnya isu tersebut, BEM Polnep mendesak direktur mundur dari jabatannya sebagai direktur.

Tumpukan material dan pengerjaan fisik di lokasi proyek pembangunan infrastruktur yang terpantau berjalan tanpa dilengkapi papan informasi pelaksanaan kegiatan.
Tumpukan material dan pengerjaan fisik di lokasi proyek pembangunan infrastruktur yang terpantau berjalan tanpa dilengkapi papan informasi pelaksanaan kegiatan. (Dok. Faktakalbar.id)

(Tim)