“Dahulu tanglong atau kriang bandong ini umumnya berbentuk bintang, namun kini telah berkembang dengan berbagai desain yang menunjukkan kreativitas masyarakat semakin inovatif,” katanya.
Baca Juga: Pemprov Kalbar Kucurkan Rp100 Juta Dukung Pelestarian Budaya Festival Sahur-Sahur Mempawah
Lebih lanjut, ia menilai festival ini bukan hanya sekadar tontonan visual, melainkan juga wadah untuk mempererat silaturahmi serta simbol sukacita menyambut malam Lailatul Qadar.
“Festival tanglong ini menjadi simbol kegembiraan masyarakat dalam menyambut malam-malam penuh keberkahan, termasuk malam yang lebih baik dari seribu bulan yakni Laylatul Qadar,” pendapatnya.
Kendati diliputi suasana meriah, ia menitipkan pesan tegas agar warga tetap menomorsatukan kewajiban beribadah di bulan suci.
“Silakan bergembira, tetapi jangan sampai meninggalkan salat, tarawih, maupun ibadah lainnya. Karena, Ramadan menjadi kesempatan terbaik bagi kita untuk memperbanyak amal ibadah,” pesannya.
(*Red)
















