Faktakalbar.id, MEMPAWAH – Kelompok Pemuda Kreatif Kuala Mempawah menyelenggarakan Festival Tanglong pada Selasa (10/3/2026) malam di Taman Kuala Mempawah, Kelurahan Pasir Wan Salim.
Kegiatan budaya yang berlangsung hingga 14 Maret mendatang ini bertujuan utama untuk melestarikan tradisi tanglong di tengah masifnya gempuran teknologi dan alat penerangan modern.
Baca Juga: Festival Sahur-sahur ke-23 Mempawah Sukses Digelar, Pemkab Dorong Jadi Agenda Wisata
Ketua Panitia Festival Tanglong, Yudi Sumanjaya, menjelaskan bahwa ajang pawai budaya ini merupakan agenda tahunan yang rutin diinisiasi oleh komunitas pemuda setempat semenjak tahun 2015 silam.
Pemilihan waktu pelaksanaannya secara khusus disesuaikan untuk menjaga kebiasaan masyarakat pada fase 10 hari terakhir di bulan suci Ramadan.
Menurut Yudi, upaya pelestarian budaya alat penerangan tradisional ini menjadi sangat krusial dan mendesak.
Pasalnya, eksistensi lampu hias klasik tersebut mulai terancam punah akibat pesatnya perkembangan teknologi dan dominasi alat penerangan modern di era masa kini.
Kehadiran festival ini diharapkan mampu menjadi benteng pertahanan edukasi bagi para penerus bangsa.
“Melalui festival ini, kami ingin mengajak generasi muda di Kabupaten Mempawah untuk mencintai serta melestarikan berbagai permainan, alat, dan kegiatan tradisional yang menjadi identitas daerah,” harapnya.
Inisiatif kelompok pemuda ini mendapat dukungan penuh dari unsur pemerintah daerah setempat. Wakil Bupati Mempawah, Juli Suryadi Burdadi, hadir membuka langsung acara tersebut sembari melepas keberangkatan seribuan peserta pawai.
Ribuan warga tersebut berjalan kaki memamerkan karya lampu hias mereka dengan menyusuri rute-rute jalan yang telah ditetapkan panitia penyelenggara.
Juli Suryadi Burdadi sangat mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat. Ia mencatat adanya evolusi desain yang positif dalam tradisi tanglong yang ditampilkan pada ajang tahun ini.
















