“Biasanya kami memiliki cadangan stok minimal satu bulan. Namun saat ini stok yang tersedia sangat terbatas, bahkan hanya cukup untuk satu hingga dua hari penjualan,” ungkap Eko.
Di sektor energi, pihak Pertamina menjamin ketersediaan BBM dan LPG di Kalimantan Barat tetap aman. Pertamina telah menyiapkan tambahan 500 ribu tabung LPG dan mengoperasikan sejumlah SPBU strategis selama 24 jam. Pemda juga akan menerbitkan surat edaran guna menindak tegas praktik pelangsiran atau penimbunan BBM.
“Ketersediaan BBM dan LPG harus kita pastikan tetap aman, terutama saat permintaan masyarakat meningkat menjelang hari besar,” kata Harisson.
Pada akhir rapat, Kepala Biro Perekonomian Setda Kalbar, Harry Ronaldi Mahaputrawan, mengingatkan perlunya antisipasi terhadap ancaman global pada periode 2026-2027.
Geopolitik di Selat Hormuz dan Laut Hitam, serta fenomena anomali iklim El Nino, diyakini akan berdampak pada peta logistik dunia.
“Faktor geopolitik global dan kondisi iklim perlu kita antisipasi sejak dini karena dapat mempengaruhi harga komoditas pangan dan energi,” ujarnya memungkasi pemaparan.
(*Red)














