Wali Kota Pontianak Pastikan Stok BBM Aman, Penimbun Akan Ditindak Tegas

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono berbincang dengan pengendara ojek daring saat meninjau ketersediaan stok BBM di salah satu SPBU di Kota Pontianak. (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono berbincang dengan pengendara ojek daring saat meninjau ketersediaan stok BBM di salah satu SPBU di Kota Pontianak. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

“Kami mengimbau kepada seluruh pihak agar tidak melakukan penimbunan BBM, baik Pertalite maupun solar. Apabila ditemukan di lapangan, tentu akan kami lakukan penegakan hukum sesuai aturan yang berlaku,” tegas Kapolresta.

Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Kalimantan Barat, Widhi Tri Ardhi Hidayat, mengungkapkan bahwa Pertamina telah menambah suplai harian sekitar 100 ribu liter untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi.

Normalnya, konsumsi harian di Pontianak mencapai 500 ribu liter.

“Suplai BBM dikirim rutin dari Depot Tanjung Uban setiap dua hingga tiga hari. Selain penambahan pasokan, kami juga mengoperasikan sejumlah SPBU selama 24 jam untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” jelas Widhi.

Di lapangan, beberapa warga mengeluhkan antrean yang cukup panjang di tengah aktivitas yang padat.

Silvi, seorang warga yang mengantre di SPBU Paris II, mengaku harus pandai membagi waktu antara mengantre BBM dan menjemput anak sekolah.

“Tadi sempat keluar antrean dulu karena harus jemput anak sekolah.

Sekarang lanjut antre lagi karena bensin sudah hampir habis. Jarak rumah lumayan jauh, jadi kalau tidak ada bensin tentu sulit beraktivitas,” ungkapnya.

Melalui sinergi lintas sektoral ini, pemerintah menjamin distribusi BBM di Kota Pontianak akan tetap terjaga hingga periode Lebaran mendatang.

Masyarakat diminta tetap tenang dan melaporkan jika menemukan indikasi pelanggaran distribusi di lapangan.

(FR)