Faktakalbar.id, SEKADAU – Kepolisian Sektor (Polsek) Belitang Hilir turun langsung melakukan pengecekan ke lokasi kejadian bencana alam tanah longsor di Sekadau, tepatnya di wilayah Desa Sepantak, Kecamatan Belitang Hilir.
Peristiwa pergeseran tanah yang melanda area tepian Sungai Kapuas pada Selasa (10/3/2026) sekitar pukul 11.00 WIB tersebut dilaporkan berdampak langsung pada tiga unit bangunan rumah milik warga setempat.
Baca Juga: Polisi Olah TKP Longsor Tambang Emas di Desa Bugang yang Tewaskan Tujuh Penambang
Bencana pergerakan tanah ini terjadi sesaat setelah wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi.
Menindaklanjuti laporan kejadian dari warga, personel kepolisian segera mendatangi titik lokasi untuk memastikan situasi tetap terkendali sekaligus mengambil langkah-langkah pengamanan awal di sekitar area terdampak.
Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) AKP Triyono menjelaskan bahwa kehadiran petugas di lapangan bertujuan untuk meminimalisasi risiko korban jiwa dan memberikan perlindungan serta edukasi mitigasi langsung kepada masyarakat sekitar.
“Personel melakukan pengecekan di lokasi kejadian sekaligus memberikan imbauan kepada masyarakat yang rumahnya berada di sekitar bantaran sungai agar selalu waspada, terutama jika terjadi hujan susulan yang berpotensi memicu longsor kembali,” ujar AKP Triyono dalam keterangan resminya.
Selain melakukan pendataan kerugian material dan mengecek kondisi fisik retakan tanah di lokasi kejadian, pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan aparatur desa setempat. Petugas secara tegas mengingatkan warga agar mematuhi batas aman yang telah ditetapkan.
Baca Juga: Hujan Deras Picu Longsor di Tambang Timah Pemali, 6 Tewas dan 1 Masih Dicari
Masyarakat dilarang keras untuk mendekat, beraktivitas, atau berada terlalu dekat dengan area pusat longsoran demi menghindari berbagai risiko fatal yang tidak diinginkan. Mengingat cuaca yang belum stabil, potensi longsor susulan masih sangat mungkin terjadi di kawasan bantaran sungai yang struktur tanahnya rentan mengalami abrasi.
















