“Ada yang sebelumnya menerima bantuan tetapi sekarang sudah mampu, ada juga yang sebelumnya mampu namun kemudian mengalami kesulitan ekonomi karena sakit atau kehilangan pekerjaan,” tambahnya.
Baca Juga: Pemkot Pontianak dan UMP Perpanjang Kerja Sama Pendidikan hingga Lingkungan
Selain bantuan tunai, Pemkot Pontianak juga mensosialisasikan penguatan program perlindungan sosial lainnya.
Di sektor kesehatan, cakupan Universal Health Coverage (UHC) telah mencapai 98 persen, yang memungkinkan warga berobat gratis hanya dengan menunjukkan KTP di berbagai fasilitas kesehatan seperti Puskesmas dan RSUD.
Di bidang pendidikan, Pemkot menjamin sekolah gratis di tingkat negeri serta menyediakan beasiswa bagi siswa di sekolah swasta.
Selain itu, Edi juga menyoroti dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang di Pontianak Timur saja telah didukung oleh 12 dapur produksi untuk melayani siswa sekolah, ibu hamil, menyusui, hingga balita.
Salah satu penerima manfaat, Maruha, warga Jalan Pemda, mengaku sangat terbantu dengan bantuan ini untuk memenuhi kebutuhan menjelang hari raya.
Ia yang kini hidup sebatang kara dan bekerja serabutan merasa kehadiran pemerintah kota sangat meringankan bebannya.
“Alhamdulillah ini nanti bisa dipakai lebaran,” ujarnya usai menerima bantuan tersebut.
(FR)
















