“Kita harus mendorong transformasi dan peningkatan perdagangan senjata penerbangan – dari sekadar mengekspor produk menjadi mengekspor sistem lengkap melalui reformasi dan inovasi yang komprehensif,” jelasnya.
Selama tahun 2025, pesawat militer China seperti J-10CE dan JF-17 Thunder menarik minat besar di berbagai pameran dirgantara internasional mulai dari Paris, Dubai, hingga Singapura.
Produk-produk ini ditawarkan sebagai alternatif kompetitif bagi negara-negara yang tengah memodernisasi angkatan bersenjata mereka selain dari pemasok Barat.
Ji menekankan bahwa perluasan pasar ini membutuhkan koordinasi kuat antara pemerintah, militer, dan perusahaan perdagangan senjata.
Dengan memanfaatkan peluang ini, China berharap peralatan penerbangannya dapat meraih kesuksesan yang lebih besar di pasar global sekaligus memperkuat posisi bangsa di panggung pertahanan dunia.
(FR)
















