Faktakalbar.id, BEIJING – Pemerintah China dilaporkan tengah berupaya memperluas ekspor pesawat militer ke pasar internasional.
Langkah ambisius ini menyusul laporan keberhasilan tempur perdana jet tempur J-10CE dalam pertempuran udara di luar negeri sepanjang tahun 2025, Selasa (10/03/2026).
Baca Juga: Eskalasi Asia Membara: Jet China Kunci Radar Tembak ke Pesawat Jepang, Tokyo ‘Murka’
Laporan yang diterbitkan surat kabar Global Times menyebutkan bahwa performa jet tempur tersebut telah memicu peningkatan perhatian dunia terhadap kecanggihan sistem penerbangan China.
Hal ini mendorong industri pertahanan negara tersebut untuk memperluas jangkauan ekspor alutsista udara secara lebih sistematis.
Ji Ruidong, Sekretaris Partai dari Shenyang Aircraft Corporation di bawah AVIC, menyatakan bahwa perdagangan senjata penerbangan adalah cerminan kemampuan strategis sebuah negara.
Menurutnya, kualitas peralatan penerbangan China saat ini telah mencapai peringkat terdepan di dunia.
“Perdagangan senjata penerbangan berfungsi sebagai cerminan kemampuan strategis suatu negara dan sektor vital untuk menjaga keamanan nasional, mendorong pertumbuhan industri penerbangan, dan bersaing di panggung global,” kata Ji kepada Global Times.
China kini tengah mempertimbangkan pergeseran strategi dari sekadar menjual unit pesawat (platform individual) menjadi penyediaan sistem operasional terintegrasi.
Konsep ini mencakup penyediaan paket lengkap yang menghubungkan pesawat tempur dengan pesawat peringatan dini (AWACS), sistem rudal, hingga infrastruktur komunikasi data real-time.
Baca Juga: Menhan Sjafrie Beri Sinyal Kuat, Jet Tempur J-10C Buatan China Segera Mengudara di Jakarta
Ji mengakui bahwa meski secara teknologi telah maju, sektor ekspor China masih menghadapi tantangan dalam hal desain tingkat atas dan dukungan sistemik dibandingkan dengan kekuatan militer kelas dunia lainnya.
Oleh karena itu, reformasi dan inovasi komprehensif diperlukan untuk menciptakan ekspor sistem senjata yang utuh.
















