Cegah Kelangkaan, Polsek Putussibau Utara dan Pertamina Sidak Distribusi BBM Subsidi

Personel kepolisian bersama perwakilan Pertamina saat melakukan inspeksi mendadak untuk mengecek ketersediaan stok BBM subsidi di salah satu SPBU wilayah Putussibau Utara.
Personel kepolisian bersama perwakilan Pertamina saat melakukan inspeksi mendadak untuk mengecek ketersediaan stok BBM subsidi di salah satu SPBU wilayah Putussibau Utara. (Dok. Ist)

Baca Juga: Respons Kelangkaan BBM, Polres Kapuas Hulu Amankan Puluhan Jerigen dan Tangki Siluman di SPBU

Kondisi serupa juga ditemukan saat tim gabungan mengecek SPBU PT Kedamin Maju Mandiri II. Di lokasi kedua ini, stok Pertalite tercatat berada di angka 8.000 liter dari kuota bulanan 160.000 liter.

Sementara itu, stok BBM jenis Solar subsidi dan Dexlite juga dalam keadaan kosong. Harga Pertalite tetap dijual Rp10.000 per liter dan Solar subsidi dipatok pada harga Rp6.800 per liter.

Selain memeriksa ketersediaan BBM, tim gabungan juga mengecek sejumlah aspek operasional SPBU.

Pengecekan mencakup ketersediaan sarana keselamatan kerja, optimalisasi sistem pengawasan melalui kamera Closed Circuit Television (CCTV), kelengkapan jumlah karyawan, hingga kesesuaian jam operasional SPBU guna memastikan pelayanan berjalan sesuai standar keamanan.

Secara keseluruhan, hasil pengawasan menunjukkan tidak ada indikasi kelangkaan BBM di wilayah Kecamatan Putussibau Utara. SBM Pertamina Sintang, Bisma Abdillah, menegaskan bahwa sidak ini adalah bentuk pengawasan langsung agar BBM subsidi disalurkan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang berhak.

“Hasil sidak menunjukkan bahwa operasional SPBU berjalan normal, stok BBM masih tersedia dan distribusinya berjalan lancar tanpa ditemukan adanya pelanggaran,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, situasi di kedua lokasi SPBU terpantau aman dan kondusif. Polri melalui Polsek Putussibau Utara berkomitmen untuk terus melakukan monitoring secara berkala guna menjamin ketersediaan BBM tetap terjaga dan menindak tegas apabila ditemukan indikasi penyimpangan distribusi di tengah masyarakat.

(*Red)