Bus Rombongan Evakuasi Warga AS Kecelakaan di Arab Saudi, Penumpang Terluka

Kondisi bus yang membawa rombongan warga negara Amerika Serikat saat mengalami kecelakaan di jalan raya gurun wilayah Arab Saudi.
Ilustrasi - Bus yang membawa rombongan evakuasi warga AS dari Timur Tengah mengalami kecelakaan di Arab Saudi. Beberapa penumpang dilaporkan terluka akibat insiden ini. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, RIYADH – Sebuah bus yang mengangkut rombongan evakuasi warga AS dari Qatar dilaporkan mengalami kecelakaan lalu lintas di jalan raya gurun di Arab Saudi pada Sabtu (7/3/2026) malam. Insiden tabrakan dengan sebuah truk yang sedang terparkir tersebut mengakibatkan beberapa penumpang mengalami luka-luka.

Berdasarkan laporan surat kabar The Wall Street Journal pada Selasa (10/3/2026), kecelakaan darat tersebut terjadi setelah bus melakukan perjalanan selama kurang lebih 2,5 jam dari ibu kota Arab Saudi, Riyadh. Bus yang melaju di jalan raya gurun itu menabrak sebuah truk semi yang sedang berhenti di pinggir jalan raya.

Baca Juga: Laporan Intelijen AS: Serangan Skala Besar Tak Akan Runtuhkan Kekuasaan Iran

Akibat benturan keras tersebut, seorang penumpang wanita dilaporkan menderita luka di bagian kepala dan wajah. Selain itu, pengemudi bus juga sempat terjebak di bagian kursi kemudi karena kedua kakinya terjepit badan kendaraan, sebelum akhirnya berhasil diselamatkan oleh tim penolong.

Pasca-kejadian, para petugas keamanan setempat langsung mengawal rombongan evakuasi warga AS tersebut menuju sebuah tempat peristirahatan terdekat. Di lokasi tersebut, mereka kemudian dijemput oleh staf Kedutaan Besar Amerika Serikat yang bertugas untuk mengantar para penumpang menuju hotel yang aman untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Sebagian besar warga negara Amerika Serikat yang dievakuasi tersebut akhirnya diterbangkan menggunakan pesawat sewaan pada Minggu (8/3/2026). Beberapa di antara mereka dilaporkan telah mendarat dengan selamat di wilayah Amerika Serikat pada Senin (9/3/2026) waktu setempat.

Insiden kecelakaan lalu lintas ini terjadi di tengah gelombang besar pemulangan warga negara asing dari kawasan Timur Tengah yang tengah dilanda eskalasi konflik geopolitik. Pada Senin (9/3/2026), Asisten Menteri Luar Negeri untuk Urusan Publik Global, Dylan Johnson, memberikan pernyataan resmi melalui platform media sosial X terkait proses pemulangan warga negaranya.

Johnson mencatat bahwa lebih dari 36.000 warga negara AS telah dievakuasi dari wilayah Timur Tengah terhitung sejak 28 Februari lalu, tepatnya ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran. Proses evakuasi berskala besar ini dilakukan melalui berbagai jalur guna memastikan keselamatan warga sipil di tengah ketegangan.

Baca Juga: Israel Intensifkan Serangan ke Iran Masuki Fase Berikutnya 80 Persen Pertahanan Udara Lumpuh

Pejabat Departemen Luar Negeri tersebut juga mencatat bahwa meskipun sarana transportasi penerbangan komersial mulai membaik di seluruh wilayah, pemerintah Amerika Serikat tetap menyiagakan langkah antisipasi. Departemen Luar Negeri AS terus mengoperasikan pesawat sewaan dan rute evakuasi jalur darat untuk memfasilitasi warganya yang terdampak.

Langkah taktis ini diambil pemerintah AS untuk memberikan jaminan keamanan. Apalagi, menurut Johnson, jumlah kursi yang tersedia pada penerbangan saat ini “jauh lebih besar” daripada permintaan dari warga negara AS yang berniat untuk meninggalkan kawasan Timur Tengah.

(*Red)