“Kami juga akan membahas berbagai skenario dengan DPR apabila konflik menunjukkan tanda-tanda yang dapat membahayakan jemaah haji kita,” tuturnya.
Beberapa skenario teknis darurat yang telah disiapkan pemerintah mencakup pengalihan rute penerbangan komersial yang lebih aman dan menjauhi zona rawan konflik udara.
Baca Juga: Mojtaba Khamenei Anak Ali Khamenei Resmi Jadi Pemimpin Tertinggi Iran
Bahkan, opsi penundaan keberangkatan secara nasional juga telah disiapkan sebagai langkah terakhir apabila kondisi di kawasan tersebut dinilai benar-benar berpotensi membahayakan nyawa para jemaah asal Indonesia.
“Misalnya jika situasi membahayakan keselamatan, maka skenario penundaan bisa saja muncul. Apabila keselamatan warga negara kita terancam, kami akan membicarakannya dengan DPR dan menyesuaikan dengan arahan Presiden,” sambungnya.
Kebijakan mitigasi dan penetapan prioritas mutlak terhadap keselamatan jemaah haji ini merupakan wujud nyata kehadiran dan komitmen negara.
Pemerintah berupaya keras melindungi setiap warga negaranya dari dampak gejolak internasional, sekaligus memastikan kelancaran seluruh prosesi ibadah ke Tanah Suci agar dapat berlangsung dengan aman, tenang, dan tanpa hambatan berarti.
(*Red)
















