Faktakalbar.id, JAKARTA – Pemerintah Republik Indonesia melalui Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan bahwa keselamatan jemaah haji menjadi prioritas mutlak dalam penyelenggaraan ibadah tahun 2026.
Penegasan ini disampaikan secara langsung di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa (10/3/2026) guna merespons dinamika konflik geopolitik yang tengah memanas di kawasan Timur Tengah.
Baca Juga: Kemlu RI Pastikan 32 WNI Evakuasi dari Iran Tiba di Jakarta
Dahnil menjelaskan bahwa Presiden memberikan arahan khusus untuk menjamin keamanan para calon jemaah sebelum mereka diberangkatkan.
“Pesan Presiden satu, fokus beliau adalah ingin memastikan keselamatan jemaah haji. Ini yang paling penting. Jadi, kita menyiapkan berbagai skenario dengan orientasi utama memastikan keselamatan warga negara Indonesia yang akan menunaikan ibadah haji pada bulan April,” jelasnya kepada awak media.
Saat ini, kementerian terkait tengah menyusun berbagai upaya mitigasi dan skenario operasional penyelenggaraan haji.
Pemberangkatan kelompok terbang (kloter) perdana dijadwalkan akan dimulai pada akhir bulan April mendatang. Namun, realisasi jadwal ini akan sangat bergantung pada hasil pemantauan ketat terhadap eskalasi konflik bersenjata di Timur Tengah.
“Apabila tidak ada perubahan skenario atau eskalasi konflik menurun dan hal itu menjamin keselamatan warga negara Indonesia yang berangkat haji, maka pada tanggal 22 April akan menjadi keberangkatan kloter pertama. Namun, arahan Presiden jelas, semua kondisi dan semua skenario harus disiapkan,” tandasnya.
Untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan aman, pemerintah terus menjalin koordinasi intensif lintas kementerian dan lembaga negara.
Dahnil juga menekankan pentingnya pelibatan parlemen dalam setiap pengambilan keputusan yang berisiko tinggi.
















