Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Penyakit kanker usus besar memiliki tingkat bahaya yang sangat tinggi dan mengancam berbagai kalangan usia. Masyarakat perlu mengenali ciri kanker usus besar yang tidak hanya sebatas buang air besar (BAB) berdarah untuk mendeteksi penyakit ini sejak dini.
Dokter spesialis bedah digestif, Kiki Lukman, mengingatkan masyarakat untuk memantau berbagai keluhan pencernaan.
Ciri penyakit ini bisa berupa diare terus-menerus yang mengeluarkan lendir, munculnya benjolan pada area perut, hingga ketidakmampuan tubuh untuk membuang kotoran dan membuang angin sama sekali.
Baca Juga: Pakar Medis Peringatkan Bahaya Mi Instan: Picu Mikroplastik di Usus hingga Kurang Gizi
Kiki Lukman menjelaskan bahwa kemunculan darah saat membuang kotoran sering masyarakat kira sebagai penyakit ambeien semata.
“Waktu buang air besar atau buang air kecil ada keluhan yang paling berbahaya tiba-tiba ada darah. Memang kebanyakan penyebabnya adalah ambeien tapi ini harus waspada, apalagi kalau usianya sudah di atas 40 tahun mungkin saja bukan ambeien,” ujar Kiki.
Proses Pertumbuhan Tumor Usus
Kanker ini bermula dari benjolan tidak normal pada dinding usus besar akibat penumpukan kotoran yang mengendap terlalu lama.
Usus besar berfungsi menampung sisa makanan, dan durasi penyimpanan yang terlalu lama memicu perubahan perilaku sel pada dinding usus.
“Jadi kanker itu tidak lain adalah satu pertumbuhannya benjolan yang dia terus membesar. Dan benjolan tersebut tidak hanya berada di tempat asalnya tetapi bisa menyebar ke tempat lain di dalam tubuh yang disebut dengan anak sebar atau metastasis,” ungkap Kiki.
“Jadi intinya suatu pertumbuhan yang tidak normal dari dinding usus besar akibat pengaruh-pengaruh yang ada di dalam usus besar tersebut. Apa yang kita makan, kotoran yang disimpan mengubah perilaku dinding usus besar tubuh menjadi benjolan yang terus membesar dan tidak berhenti akhirnya menyebar ke tempat lain,” jelas Kiki.
Pola makan yang miskin serat, sering mengonsumsi makanan berpengawet, serta asupan tinggi lemak dan daging membuat kotoran menjadi keras dan sulit tubuh keluarkan.
Kondisi ini semakin parah apabila seseorang memiliki kebiasaan merokok, mengonsumsi alkohol, dan kurang melakukan aktivitas fisik.
















