Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Ilmuwan merancang sistem kecerdasan buatan untuk mendeteksi penyakit kanker payudara sejak dini. Teknologi ini membantu dokter meningkatkan efisiensi waktu dan efektivitas pengobatan pasien kanker secara signifikan.
Peneliti dari Universitas Teknik Elektro Nasional Saint Petersburg dan Pusat Penelitian Medis Nasional Almazov mengembangkan inovasi kesehatan ini.
Sistem kecerdasan buatan tersebut menggunakan jaringan saraf tiruan untuk menganalisis hasil pemindaian tomografi komputasi secara otomatis.
Baca Juga:Â Temuan Baru: Bakteri di Akar Kunyit Berpotensi Jadi Senjata Lawan Kanker Payudara
Para ahli melatih model pembelajaran mesin ini menggunakan tujuh ribu gambar pemindaian anonim.
Mesin ini kemudian menyoroti area yang mencurigakan sebagai sel kanker agar dokter dapat mengevaluasi temuan tersebut secara lebih mendalam.
Pangkas Waktu Diagnosis Medis
Kehadiran teknologi kecerdasan buatan memangkas waktu diagnosis menjadi hanya beberapa menit. Dokter sebelumnya membutuhkan waktu hingga satu hari penuh untuk menganalisis hasil pemindaian secara manual.
Penggunaan inovasi ini juga menurunkan risiko kesalahan diagnosis klinis sekitar dua puluh persen. Keterlambatan diagnosis selama ini memicu tingginya angka kematian pasien kanker payudara di berbagai negara.
















