“Perusahaan yang berinvestasi di Kayong Utara harus memiliki rasa tanggung jawab terhadap masyarakat sekitar. Program CSR harus benar-benar dijalankan, bukan sekadar formalitas,” tambahnya menyoroti praktik CSR yang acap kali tidak tepat sasaran.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, lanjut Krisantus, akan terus berupaya maksimal mendorong tata kelola dan pengelolaan sumber daya alam yang jauh lebih transparan dan berkeadilan, agar mampu secara signifikan meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat daerah.
Baca Juga: Kunjungi Paroki Emanuel Sukadana, Wagub Kalbar Perkuat Pesan Toleransi Beragama
Pihaknya berjanji akan terus memperketat pengawasan serta meninjau ulang kebijakan-kebijakan yang bersinggungan langsung dengan sektor riil dan investasi.
“Kami di pemerintah provinsi akan terus berjuang menghadirkan regulasi yang berpihak kepada rakyat agar kekayaan alam yang ada benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Kalbar,” tutupnya memastikan komitmen pemerintah.
Sementara itu, senada dengan semangat pemerintah provinsi, Bupati Kayong Utara Romi Wijaya menyampaikan apresiasinya atas kehadiran serta dukungan Wagub Kalbar.
Menurut Romi, kegiatan silaturahmi sekaligus arahan strategis ini menjadi kunci penting untuk menyelaraskan visi antara provinsi dan kabupaten dalam mengawal setiap program pembangunan, termasuk pengawasan terhadap operasional perusahaan.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena menjadi wujud kepedulian pemerintah provinsi dalam membangun hubungan yang erat dengan masyarakat di daerah,” pungkas Romi mewakili jajaran pemerintah daerah dan masyarakat Kayong Utara.
(*Red)
















