Tudang Manre Sipulung: Tradisi Bugis Pererat Kebersamaan Warga di Pontianak

Masyarakat Bugis di Pontianak duduk bersila menikmati hidangan khas dalam tradisi Tudang Manre Sipulung di bulan Ramadan. (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Masyarakat Bugis di Pontianak duduk bersila menikmati hidangan khas dalam tradisi Tudang Manre Sipulung di bulan Ramadan. (Dok. HO/Faktakalbar.id)Masyarakat Bugis di Pontianak duduk bersila menikmati hidangan khas dalam tradisi Tudang Manre Sipulung di bulan Ramadan. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, PONTIANAK – Ratusan warga duduk bersila dan berbagi cerita dalam tradisi makan bersama masyarakat Bugis, Tudang Manre Sipulung 2026, yang digelar oleh Forum Komunikasi Orang Bugis Kalimantan Barat di Hotel Ibis, Jalan Ahmad Yani, Minggu (08/03/2026).

Baca Juga: Stok Bahan Pokok Aman, Edi Rusdi Kamtono Imbau Warga Pontianak Tidak Panic Buying

Kegiatan yang dilaksanakan bertepatan dengan bulan Ramadan ini menjadi simbol kebersamaan, persaudaraan, dan rasa syukur.

Dalam bahasa Bugis, tudang berarti duduk, manre berarti makan, dan sipulung berarti bersama.

Di Pontianak, tradisi ini menjadi ruang pertemuan lintas komunitas untuk merawat identitas budaya.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menilai tradisi ini merupakan cerminan kuatnya nilai kebersamaan masyarakat yang hidup dalam keberagaman.

Ia merujuk pada filosofi Bugis “sipakatau, sipakatalebbi, sipakainge” yang bermakna saling memanusiakan, menghormati, dan mengingatkan.

“Pontianak ini kota yang dihuni oleh berbagai suku dan budaya. Tradisi seperti Tudang Manre Sipulung menunjukkan bagaimana budaya dapat menjadi perekat persaudaraan sekaligus memperkaya kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Edi menambahkan bahwa kegiatan budaya yang dibalut aksi sosial ini mencerminkan nilai gotong-royong yang telah lama mengakar di Kalimantan Barat.

Baca Juga: Wali Kota Pontianak Ajak Ribuan Bikers Jadi Pelopor Keselamatan Jalan Raya