“Risiko perdagangan internasional semakin kompleks, mulai dari risiko negara tujuan hingga potensi gagal bayar pembeli. Melalui PKE Penjaminan dan Asuransi, pemerintah memperkuat ekosistem mitigasi risiko ekspor nasional,” ujarnya.
Kepala Divisi Penjaminan dan Trade Finance LPEI Sylvia Sandyazmara Devi menjelaskan, program tersebut fokus mendukung industri strategis dan hilirisasi. Program ini menyediakan tiga fasilitas utama, yakni penjaminan kredit, penjaminan proyek, dan trade credit insurance.
“Fasilitas PKE Asuransi dan Penjaminan diberikan kepada direct exporters yang memiliki rekam jejak usaha sehat, kepemilikan mayoritas lokal, serta tata kelola yang baik. Dengan dukungan ini, eksportir dan mitra perbankan diharapkan dapat memperkuat kemampuan pembiayaan, meningkatkan keamanan transaksi, dan bersama-sama mendorong pertumbuhan ekspor nasional yang lebih berkelanjutan,” ujar Sylvia.
(*Red)
















