3. Tekanan pada Subsidi BBM dan APBN
Kenaikan harga minyak mentah dunia menjadi beban berat bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia, terutama untuk membiayai subsidi energi.
Jika harga minyak tetap tinggi di atas asumsi pemerintah, muncul potensi penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di tingkat pengecer guna menjaga stabilitas fiskal, yang tentu akan berdampak langsung pada pengeluaran rumah tangga.
4. Penurunan Daya Beli dan Goncangan Pasar Modal
Kenaikan harga minyak dan pelemahan rupiah memicu inflasi yang dapat menggerus daya beli masyarakat.
Selain itu, sentimen negatif ini merembet ke pasar modal, di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat anjlok hingga 5,41% ke level 7.174.
Kondisi ini menciptakan ketidakpastian ekonomi yang membuat masyarakat cenderung lebih menahan konsumsi.
Dalam situasi ekonomi yang dinamis ini, masyarakat diharapkan lebih bijak dalam mengatur prioritas keuangan dan mulai melakukan efisiensi penggunaan energi sehari-hari.
Baca Juga: Konflik Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Meroket
(Mira)
















